Kebanyakan bengong di kantor mengakibatkan penyakit otak yang parah ternyata. Jadi lemot. Nggak kreatif! Bayangin, dateng ke kantor cuma buat nunggu tanda tangan satu orang yang ditunggu oleh puluhan orang lainnya. Mau ngetik hono hini yang nggak jelas juga susah. Ini dikarenakan tidak ada komputer personal. Yang ada komputer divisi. Divisi sibuk maksudnya hehehe. Jadi, siapa yang paling sibuk, dialah yang punya tiket untuk menggunakan komputer yang rada mending dibanding komputer lain yang sudah pasti mengandung virus tati my love.exe.
Ya, aku tahu. Kreativitas sebenarnya akan terlihat saat orang menghadapi situasi sulit. Tapi ini bukan lagi sulit, tapi melilit. Gimana enggak. Buat geser atau keluar dari ruang komputer sempit itu saja harus permisi sambil jinjit karena jarak antara kursi satu dengan lainnya tidak lebih lebar dari 3 cm. Sementara pinggangku gedenya seberapa? (Eh, kalo jinjit malah kena pantat ya? Hehehe..au ah, lagi lemotz).
Jadi sejak seminggu kemarin aku mengalami bala, yang perlu dibikin tolaknya (tolak bala maksudnya). Ih, nulis aja ampe belepotan gini. Flashdisk terkena virus, IT yang dipanggil mampir dulu ke promo (ya iyalah, anak promo bening2 gitu loh), dimarahin keuangan, ditelp produser (dimarahin juga karena duit tak kunjung turun akibat laporan keuangan yang tersendat), lalu aku murung. Jadi bego.
Arrrghhh…
Untung masih jadi satu artikel tentang epilepsi. Lumayanlah, biaya hidup tiga hari hehehe.. Tapi tetap saja arrggh karena hari ini siklus bulanan sedang menghampiri. Lengkap sudah penderitaanku.
Akhirnya dengan kelemotan yang tiada tara, aku iseng blogwalking dan berkomentar aneh. Satu blog yang isinya renungan, aku bilang isi blognya lucu. Ya ampuun. Tapi karena udah terlanjur diposting, aku biarin aja. Mohon dimaafkan.
Ada juga ide untuk pindah ke blogspot, karena kayaknya semua kok pada pake blogspot gitu. Lebih enak naruh foto katanya. Tapi aku kan udah ganti provider henpon demi penyetaraan pulsa. Apakah harus ganti blog juga. Apakah kalau pindah blog, aku akan lebih produktif? Itulah pertanyaan2 iseng yang berputar di kepala yang sedang kosong.
Setelah dianalisa lebih lanjut, pindah blog itu sama ribetnya dengan pindah kos-kosan. Atau mungkin setara dengan pindah dari kos ke kontrakan. Belum lagi biaya transfer semua dokumen kalau numpang di 'internet sebelah', karena diitungnya berdasarkan kb. Bisa rugi bandar bah! Hehehe…
Jadi intinya, nanti dulu deh pindahnya. Kalo udah punya jaringan internet sendiri ajah, biar nggak ngerepotin orang lain dan nggak cuma pindah, tapi jugaa pindah dan menambah produktivitas.
Hari minggu cepatlah dataaang >.< Biar bisa kabur ke Kalimantan dan nggak mengganggu orang yang deadline tiga berita dalam sehari..
*bletak (lemparan sendal warna coklat mengenai muka)